EDUWISATA ECO ETCHNO CENTER BANDUNG (3 sd 5 Juli 2019)

Kepulauan selayar menjadi salah satu itinerary kegiatan eco ethno center bandung, berkegiatan dialam dengan berbasis kearifan lingkungan dan budaya lokal menjadikan selayar sebagai salah satu pilihan untuk kegiatan siswa yang sedang liburan sekolah.

Itinerary disusun dan memenuhi unsur edukasi di setiap kegiatan mereka, mulai dari snorkeling di pantai punagaang dan melihat langsung pengembangan wisata yang diinisiasi oleh warga desa setempat dengan dukungan penuh masyarakat lokal

Di hari kedua snorkeling di spot bhayangkara (pulau gusung) untuk mengetahui dan melihat keanekaragaman terumbu karang dan asosiasi biotik dan abiotik didalamnya. Makan siang di salah satu rumah warga pulau gusung dengan menu khas selayar berupa nasi santan dan ikan bakar, tidak lupa juga menu tambahan berupa kerang bimba’ dan buah lokal berupa kelapa muda dan jeruk selayar.

Setelah makan siang, animo tuk mengunjungi tempat/spot lain di kepulauan gusung meningkat, dengan segera berkumpul kembali dan menaiki kapal lokal (katinting) tuk menuju gua balo jaha, 

tuk mencapai tempat ini, setelah anda menginjakkan kaki di pinggir pantai, anda harus bersusah payah jalan kaki sejauh 200 m menyusuri jalan setapak dan sebagian diantaranya masih jalan berbatu. Susah payah anda mencapai tempat ini akan terbayar dengan pemandangan alami yang luar biasa, stalaktit yang mengerucut dilantai gua akibat penumpukan mineral tetesan air dari atas dan stalagmit yang menyembul dari langit gua siap meneteskan airnya yg bening. 

Sebagian air bening gua menggenang sedalam 2,5 meter dan lebar sekitar 10 meter, hmmm…. tempat yang ciamik tuk merasakan sejuknya air gua balo jaha setelah terpanggang teriknya matahari. 

Pantai bone malea menjadi persinggahan berikutnya, pasir mengkilap putih menyilaukan mata, aktifitas utama yg dilakukan berupa transplantasi karang dengan metode rangka besi berbentuk spider, kegiatan bermula dari penjelasan tentang karang, tumbuh dan berkembang serta asosiasinya dengan tumbuhan lain dalam membentuk rantai ekosistem di pesisir pantai, dilanjutkan dengan penanaman/pencangkokan anakan karang ke media/rangka, bermain sambil belajar membantu anak-anak tuk bersikap bijak terhadap lingkungan disekitar mereka.

Pantai pinang adalah spot terakhir dari rangkaian itinireray Pendidikan berbasis alam, pengenalan alat selam (diving) sambil mencoba mempraktekkannya bersama instruktur terlatih, selain itu juga dilakukan pelepasan tukik jenis penyu lekang sebanyak 25 ekor, pelepasan didahului dengan briefing terkait siklus hidup penyu dan mengapa penyu harus di lindungi, malam hari setelah makan malam bersama seluruh peserta, dilanjutkan dengan diskusi dialam terbuka sambil membakar tumpukan kayu sehingga membentuk api unggun, acara diselingi oleh penampil kelompok tuk menghibur peserta lainnya, hmm…. semoga memori Pendidikan konservasi tersebut membekas di memory anak-anak bandung yang telah jauh-jauh merantau dari tanah asal mereka.

Yo ayo keselayar…..

Foto Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.