Mom Kai dan keluarga (19 Maret sd 22 Maret 2019)

Rencana kunjungan ke Taka Bonerate sudah diatur jauh hari sebelumnya, yach 8 desember adalah tanggal awal chatting dan “mom kai” menanyakan banyak hal tentang Tinabo dan Taman Nasional Taka Bonerate.Assalamualaikum pak, saya okky dari pemalang, jawa tengah. Saya, suami dan 2 anak saya (4th dan 1 th) tgl 19 Maret terbang kemakassar, hendak menuju ke takabonerate Tapi kami masih sgt minim informasi Kalau berkenan saya boleh minta info perjalanan kesana, dari transportasi serta biayanya pak Dan bagaimana tripnya nanti agar bisa efektif mengunjungi tempat2 yang berkesan dan tentunya harganya yang wajar pak, hehehee……

Yach chattingan bermula dari sini, perkenalan dibalas via WA, kemudian berlanjut ke pemberian informasi tentang Taka Bonerate dan informasi lainnya sesuai kebutuhan calon pengunjung, informasi diberikan dan dipastikan benar sehingga calon pengunjung punya persiapan mental dan fisik dalam menjalani aktifitas wisata alamnya di TN Taka Bonerate.
Seminggu sebelum kunjungan, cuaca di perairan kepulauan selayar dan sekitarnya terus mendung dan kadang diselingi hujan, matahari sepanjang waktu dalam beberapa hari seperti enggan menampakkan dirinya, berlindung dibalik gelapnya awan. Informasi ini terus dibagikan ke “mom kai dan keluarga”, kekhawatiran gagalnya layanan jasa wisata ke taka bonerate terus terbayang, cuaca makin susah diprediksi, pertengahan Maret seharusnya adalah musim pancaroba dengan kecepatan angin yang lambat dan ketinggian ombak yang rendah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tetapi tidak berlaku sekarang di tahun 2019, angin barat masih bertiup dan kadang dengan ketinggian ombak yang “sang kapten” kapal pun angkat bendera putih untuk mengarunginya.

Pasrah, berserah diri tentunya tetap teriring doa semoga saat hari H semuanya berubah, semoga cuaca membaik dan memberi jalan bagi keluarga kecil mereka tuk menapaki surga terpencil diujung Sulawesi. Rencana B sudah disiapkan untuk menutupi kekecewaan yang sudah disusun jauh hari sebelumnya.

Alhamdulillah, tanggal 19 Maret 2019, pagi hari terlihat segalanya berubah, langit cerah, matahari bersinar terik, laut terhampar tenang, kecepatan angin sepoi-sepoi. TYME menjawab doa hambanya sehingga memberi jalan “mom kai dan keluarga” mengarungi samudera yang memisahkan kepulauan selayar dan atoll taka bonerate.

Hamparan pasir putih tinabo dibawah kolong langit biru terpadu padan dengan birunya laut taka bonerate, spot hantu ceria dengan tutupan keanekaragaman karang yang sempurna, spot acrofora rajuni bakka dengan tarian fauna sotongnya (Shepia sp) yang saling mendorong dan saling mengalahkan demi mempertahankan hegemoni wilayah dan lain sebagainya adalah sebahagian atraksi alam yang disaksikan oleh “mom kai dan keluarga”. Hmmm….. benar-benar berkesan…..
Ayo….. ke Taka Bonerate….!

FOTO SELENGKAPNYA KLIK DISINI..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.