Berdasarkan hasil rapat 5 travel layanan jasa wisata, tahun 2019 kami menjadwalkan 8 Open Trip (OT) gabungan sebagaimana berikut :
  1. BAKTI LINGKUNGAN, Alam telah memberi kita tanpa pamrih, selayaknya kita abdikan hidup walau hanya sejenak, mari berwisata sambil menanam pohon di pulau tinabo, mentransplantasi karang di perairannya dan bersih bawah laut melalui pungut sampah di jalur snorkeling yang kita lewati, yuuk.
    • 1 orang menanam 2 pohon, abadikan dengan sebuah nama yang terukir abadi melalui papan nama pohon anda
    • 1 rombongan mencangkokkan karang pada 2 buah rangka besi berbentung jaring laba-laba, dedikasikan untuk bawah laut Taka Bonerate
    • 3 orang untuk satu karung, pungut sampah/bungkus plastik yang menghalangi tumbuhnya anakan karang, pastikan mereka terus melihat matahari bersinar terang, karena itulah sumber hidup mereka
  2. VISIT SCHOOLSekolah adalah jembatan menuju perubahan kearah yang lebih baik, arah yang mampu membuat mereka berfikir bijak dan bertindak lebih arif dengan alam sekitar, memanfaatkan apa yang dihasilkan oleh alam secara berkelanjutan Yuk berwisata dengan mengunjungi sekolah di Pulau Rajuni Desa, berinteraksi dengan anak pulau yang sedang merajut harapan tuk hidup lebih baik, ada secercah harap di raut wajah mereka, bersama anda kita abadikan moment istimewa diraut wajah anak pulau
  3. PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN, Dirgahayu Indonesia 74 tahun: 17 Agustus 2019, syukuri nikmat kemerdekaan dengan memulai dari diri sendiri, bulatkan tekad berbuat baik tuk negeri guna menapaki Indonesia JAYA dimasa depan.  Luangkan waktu tuk berdiam sejenak, menundukkan kepala tanda penghormatan terhadap bendera bangsa yang sedang dikibarkan di bunging tinabo. Mari berwisata dengan tetap berkhidmat mengingat hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
  4. 4. KULTURAL SUKU BAJO, Suku Bajo merupakan suku laut, suku yang hidup dan peradabannya lekat dengan laut, keseharian mereka dihabiskan berinteraksi dengan laut, dulunya mereka hidup berpindah dan bermukim melalui permukiman sederhana di setiap pulau yang mereka lalui. Kehidupan unik yang selalu menunggangi ombak kemana angin bertiup tergantikan dengan pemukiman tetap di pulau-pulau Taka Bonerate,
  5. Hidup telah mendarat, namun jiwa masih melaut, memikirkan hari esok melalui keahlian yang telah terasah turun temurun memanfaatkan hasil laut, yuk berwisata dengan mengunjungi mereka dipermukimannya di Rajuni Laut dan di Tarupa Kecil, Pastikan salah satu di antara mereka menemani hari indah melewati momen spesial berwisata di Taka Bonerate.
  6. KUNJUNGAN SUMUR IKAN, Sumur ikan adalah salah satu spot snorkel di Taka Lamungan, salah satu bagian TN Taka Bonerate. Masyarakat setempat menyebutnya “keboh dayah” yang artinya sumur ikan. Nama ini pas dilekatkan ke lokasi tsb dengan melimpahnya ikan di mulut gua batu vertikal di atas terumbu taka lamungan. Unik karena lokasi berada di dangkalan terumbu sekaligus khas karena tidak banyak tempat yang sama dengan sumur ikan. yuk bersama kami, kunjungi keunikan dan kekhasan sumur ikan Taka Bonerate.
  7. EXPLORE PERAIRAN PULAU SELAYAR, Daratan pulau selayar dengan sejuta pesona yang dimilikinya tidak kalah indah dengan TN Taka Bonerate. Pantai Pinang dengan magic wallnya, Punagaang dengan keanekaragaman fauna ikannya, langsangiring dengan dinding karst pantainya, batu lohe dengan huruf kanji alaminya dan masih banyak lagi.
AYo ayo ajak saudara dan rekan anda tuk menikmati sejuta pesona pantai alam di Pulau Selayar.

Kesempatan dalam kesempitan, ya kata yang pas buat tim layanan jasa wisata kelompok pak zainal dkk, disisa waktu koordinasi ke TN Taka Bonerate dimanfaatkan untuk menjajal keindahan alam pantai pulau selayar. Musim barat disertai angin kencang dengan awan mendung tak menyurutkan niat untuk mengunjungi pantai dibagian timur kepulauan selayar. Ya benar, jika pantai barat tidak layak sebagai daerah tujuan wiata di musim tertentu (Desember sd Maret) maka yang jadi pilihan alternative selanjutnya adalah pantai timur. Ada beberapa pantai timur yang recommended sebagai tujuan wisata diantaranya pantai langsangiring.

Menghabiskan sisa waktu diparuh hari dengan snorkeling disisi pantai bertebing langsangiring, mulai dengan breafing singkat tentang penggunaan alat dasar selam (Masker+Snorkel+fins), kemudian simulasi/praktek kering, lanjut dengan praktek lapang penggunaan alat. Dimulai dari sisi dangkal menyisir sisian tepi pantai. menertawai diri sendiri karena anak gunung/karst turun ke laut, yang biasanya menggunakan sepatu laras/gunung beralih menggunakan sepatu katak. Hmmm, gak kebayang kan….., hal yang kaku menjadi terbiasa karena terlupakan dengan pemandangan bawah laut dengan visibility 100%, jarak pandang jauh menembus dasar laut, melihat dengan jelas aneka warna ikan hilir mudik menyapa anak gunung/karst. “hai anak gunung, hari ini bukan yang pertama dan terakhir ya, tapi lanjut ke hari-hari berikutnya !”.

Yo ayo ke selayar, Indonesia kita indah..

FOTO SELENGKAPNYA KLIK DISINI..

Rencana ke Taka Bonerate sejak awal komunikasi, itinerary yang tersusun pun semuanya adalah objek wisata di TN Taka Bonerate, menjelang hari H layanan jasa wisata, angina mulai bertiup kencang antara 10 sd 20 knot, begitu juga ketinggian ombak makin naik. Cemas karena harapan ke taka bonerate terbayang gagal di benak. Ketika rombongan tamu datang, dilakukan diskusi bersama untuk melanjutkan rencana semula (Taka Bonerate) atau beralih ke rencana B (objek wisata di daratan selayar). Berdasarkan kondisi riil dan pertimbangan keselamatan maka disepakati bersama untuk beralih ke rencana B.

Kampung tua bitombang, gong nekara dan susur mangrove menjadi itin di hari pertama, Pantai punagaang dengan interpretasi pengelolaan wisata bersama masyarakat lokal menjadi itin di hari kedua, pantai pinang dengan aktifitas snorkeling dan intro divenya menjadi itin di hari ketiga dan pantai lansangiring, pantai batu lohe dan pantai balara menjadi itin dihari terakhir.

Masing-masing objek mempunyai keunggulan dan ke khas-an, tentunya ada kelebihan dan kekurangan sehingga antara satu dengan lainnya saling menutupi. Alhamdulillah, rencana A tidak menjawab harapan tetapi rencana B berjalan lancar dan memenuhi rasa ingin tahu tentang keindahan alami objek wisata kepulauan selayar, ayo ke selayar, ayo ke Taka Bonerate.

FOTO SELENGKAPNYA KLIK DISINI..

Peserta Open Trip (OT) Nopember 2018 dengan perpaduan usia yang beragam, mulai dari usia 20 tahun sd usia 50-an tahun, semuanya melebur menjadi satu, beraktifitas wisata bahari berbalut rasa ingin tahu “seperti apa spot snorkel yang disiapkan oleh teman-teman tour guide”. Membangun kebersamaan diantara peserta berbeda usia, asal daerah, latar belakang pengetahuan dll melalui sajian spot yang berbeda karakter antara satu dengan lainnya, aktifitas di daratan Rajuni Laut bersama anak suku bajo, Spot acrofora rajuni dengan tutupan karang berkategori sangat baik tetapi kepadatan jumlah ikannya rendah, Bungin Tinabo dengan pasir putih menyilaukan mata, Soft coral point dengan dominasi karang lunak dengan warna sangat beragam, Spot Corina dengan luasan kecil tetapi kepadatan dan keanekaragaman ikannya tinggi dan Spot Kima dengan fauna kharismatik kima raksasa (Tridacna Gigas). Semua berpadu memuaskan dahaga peserta OT tentang keindahan TN. Taka Bonerate. “Ayo ke Taka Bonerate”

FOTO SELENGKAPNYA…

Pembuatan peta laut untuk pemanduan kapal labuh, hal ini berguna tuk menghindari kerusakan terumbu karang akibat karamnya kapal pesiar sebagaimana yang terjadi oleh Caledonian Sky di Raja Ampat. Kesabaran pengesetan alat survey disertai dukungan cuaca yang memadai memungkinkan diperolehnya data untuk pembuatan peta laut. Emang serius sich… tapi tetap gak lupa tuk bersantai disela waktu mengexplore keindahan bawah laut Taka Bonerate, bercengkerama dengan lambaian warna-warni karang lunak yg beraosiasi dengan beranekaragam ikan karang memberi pengalaman yang berharga bagi tim peta laut, ternyata konservasi harus terus digalakkan, sekarang dan selamanya untuk keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam.

FOTO SELENGKAPNYA…

Kunjungan Tim Redaktur Majalah Surili Dishut Prop Jabar ke TN Taka Bonerate untuk melihat pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan ekowisata, memastikan keberlanjutan ekologi, ekonomi dan sosial budaya terus berjalan beriringan tanpa mengabaikan salah satunya. Kunjungan dibarengi dengan kegiatan wisata snorkeling bersama guide terlatih dan diantar oleh kru kapal nelayan lokal dalam Kawasan TN. Taka Bonerate, mengakses Spotdive Corina, Spot Acrofora dan Bunging Tinabo. Karena berada di kawasan konservasi, pengunjung diberikan pengalaman menanam pohon dengan Tag “Sebuah nama untuk hijaukan Tinabo”, berwisata dan mengkonservasi alam.

Foto selengkapnya KLIK DISINI..

Snorkeling di Spot acrofora, hantu ceria, bulu ayam, finky fish, kampung nudi, soft coral point, corina dan kima memberi pengalaman luar biasa bagi rombongan Mas Endro cs dan Mas Chandra cs, selain itu jelajah Kampung Bajo di Pulau Tarupa Kecil memberi gambaran tentang kehidupan Suku Bajo di Taman Nasional Taka Bonerate. Singgah di Bunging Tinabo, sebuah daratan tanpa vegetasi mampu menghasilkan gambar kenangan yang cerah ceria, ayo ke Taman Nasional…!

FOTO SELENGKAPNYA klik disini..

Open trip gabungan di Taka Bonerate (April 2018), mendekatkan harapan pengunjung menjadi kenyataan di sajian spot dive/snorkel Taka Bonerate, menjelajahi atoll terbesar asia tenggara Bersama peserta open trip, pengunjung perdana pasca musim barat. Sajian karakter spot bervariasi mulai hard coral, soft coral, fauna kharismatik hiu sirip punggung hitam dan kima raksasa, jelajah kampung bajo dan jelajah pulau tak bervegetasi.

Foto selangkapnya (bagian 1)

Foto selengkapnya (bagian 2)

Bersama komunitas travel to silajara menelusuri keindahan bawah laut pantai pinang (spot magic wall dan spot kolo-kolo), jika anda sibuk dan hanya memiliki waktu sehari tuk aktifitas dive, maka pantai pinang adalah pilihan tepat bagi anda dan kolega anda, jarak 15 menit dari pelabuhan pattumbukang dengan waktu kunjungan terbaik adalah bulan Desember sd bulan maret. Foto Selengkapnya klik disini.